Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Upaya Peningkatan Gerakan Literasi Bagi Guru dan Siswa

Budaya literasi di Indonesia masih sangat rendah.Padahal terhitung sejak tahun 2016 Gerakan Literasi Nasional { GLN } telah dicanangkan.Tetapi belum menunjukkan hasil yang memuaskan.Sebelum GLN dicanangkan, Indonesia sudah menjadi anggota PISA.Indonesia menduduki peringkat ke 60 dari 64 negara.Dengan posisi seperti itu,siswa kita justru  mendapat predikat sebagai siswa paling bahagia di dunia.Pisani {2013} menyebut bahwa siswa Indonesia adalah siswa paling bodoh,tetapi bahagia.Bahkan pada ranah piterasi perolehan poin siswa kita sangat meresahkan.Sebagian besar berada pada level kurang dari 1 {level paling buruk}.Menurut OECD,pada level tersebut berarti siswa hanya mampu membaca teks singkst tentang topik yang sudah akrab.

Mengapa semangat literat kita rendah?Salah satunya adalah minimnya buku yang tersedia.Menurut Ikatan Penerbit Idonesia {2015} Penerbit Indonesia rata- rata hanya menerbitkan 30.000 judul buku.Selain alasan minimnya buku semangat berlitersi jug sangat rendah karena kebiasaan membaca belum dimulai dari rumah,Perkembangan teknologi yang makin canggih,sarana membaca yang minim.kurang motivasi untuk membaca,dansikap malas mengembangkan gagasan.

Untuk meningkatlkan budaya litersi kepada siswa,para guru harus berupaya menumbuh kembangkan kecintaan akan kebiasaan membaca buku dan manfaatnya.Yaitu dengan cara:

1.Mengkondisikan lingkungan fisik ramah litersi

Kegiatan ini dapat dilakukan dengan memajang karya peserta didik di seluruh area sekolah,seperti koridor,kantor kepla sekolah dan guru,karya –karya siswa diganti secara rutin untuk memberikan kesempatan kepada siswa,siswa dapat mengakses buku dan bahan bacaan lain di Sudut Baca di semua kelas.

2.Mengupayakan lingkungan osial dan afektif

Karya siswa harus diapresiasi dengan memberikan penghargaan saat upacara bendera setiap minggu untuk menghargai kemajuan peserta didik di semua aspek.Prestasi yang dihargai bukan saja akademis tetapi juga sikap dan upaya siswa.Selain itu sekolah dapat menyelenggarakan festival buku,lomba poster,mendongeng,karnaval tokoh buku cerita dan sebagainya.

3.Mengupayakan sekolah sebagai lingkungan akademis yang literat.

Lingkungan fisik,sosial,dan afektif berkaitan erat dengan lingkungan akademis.Hal ini dapat dilihat dari perencanaan dan pelaksanaan gerakan litersi di sekolah.Diantaranya dengan membaca dalam hati,membaca buku dengan nyaring 15 menit sebelum pembelajaran,untuk meningkatkan kemampuan guru dan staf diikutkan dalam program pelatihan peningkatan literasi.

Demikianlah berbagai upaya yang dapat dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan,guru serta siswa dalam meningkatkan budaya literat sehingga kemampuan membaca siswa serta guru meningkat dan meningkatkan pula kecakapan dan skil semua pihak sehingga tercipta manusia Indonesia yang maju,berwawasan,berakhlak mulia,serta mampu bersaing di tengah era globalisasi ini  dan menciptakan generasi emas sesuai tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia.

Posting Komentar untuk "Upaya Peningkatan Gerakan Literasi Bagi Guru dan Siswa"