KENANGAN TERINDAH karya Royhan Musyafa
Pagi itu sangatlah cerah, mentari pagi muncul memancarkan sinar cerah dengan semangat 67 eh semangat 45 maksudnya. Sama denganku, hari ini adalah hari ulang tahun orang yang sangat aku kagumi bahkan kucintai. Semua sudah aku persiapkan termasuk kue ultah serta kadonya.
Aku masuk ke kelas dengan hati gembira dan bibir tersenyum-senyum sendiri. Kakiku melangkah tepat di depan pintu masuk kelas dan disambut ceria oleh sahabat sahabatku deden dan imam.
Yaps! hampir lupa, aku royhan kepanjangan dari royhan musyafa . Cowok berkumis tipis yang kini sedang memikirkan suprise untuk kedua orang tua .
“Ciee yang senyum senyum sendiri, kenapa? sakit?” ucap deden sambil menekan tangannya ke jidatku.
“Apaan sih den, emang aku gila” ucapku (memanyunkan bibir 5 meter).
“Ya mungkin, ya gak mam?” ucap deden melirik imam.
“Betul, kenapa kamu roy?” ucap imam.
“Hari ini tuh hari special banget buat aku, aku mau bikin suprise buat orang tua ku” ucapku panjang lebar sambil bayangin apa yang akan terjadi nantinya.
Orang tua mu? Ya, orang tua ku adalah orang yang aku sayang selama hidup ku. Aku julukin ortu ku sayang karena dia super duper sayang sama aku, namanya ** dan **.
Bel waktu istirahat pun tiba, siswa siswi berbondong-bondong ingin memanjakan lidah dan juga perutnya yang dari tadi demo minta makan.
“Hay guys, doain aku ya. Semoga rencana ini sukses berjalan mulus semulus jalan tol, amin” ucapku.
“Oke, tuh ada orang tuamu kebetulan banget ucapin gih” ucap imam.
“Sukses ya roy” ucap mereka berdua serentak serta kepala dimiringkan ala-ala Rita sugiarto penyanyi dangdut.
Aku berjalan dengan pedenya sampai gak lihat ada batu di depanku, untungnya gak jatuh, kalau jatuh malu dong ortu kesayangan .
Setelah melewati lorong-lorong kelas, aku melihat bapak lagi berduaan sama mama cewek yang paling aku sayang karena telah mengurus ku , cantik, dan baik pokoknya aku seneng banget punya mama seperti itu. Tanpa sadar kue dan kadonya aku taruh lagi ke kelas soalnya belum siap ngasih ke orang tua ku ( gugup)
Aku melihat ekspresi deden dan imam kebingungan dengan tingkahku yang mula ceria berubah drastis menjadi gugup.
“imam, kamu kenapa?” ucap deden sambil menenangkan ku.
“mama sama bapa berduaan mereka masih ngobrol dengan orang tua lainnya” ucapku terbata bata.
“Udahlah jangan gugup gitu ayo cepetan kasih” ucap imam.
Sepulang Sekolah kurebahkan tubuhku di kasur empuk milikku. Kutatap langit biru kamarku. Pikiran itu selalu terngiang ngiang di memory otakku. Kubangkitkan tubuh ini.
Dan mencoba mengasihi kado dan kue yang aku sudah siapkan.
Saat aku ke ruang tamu aku Mun mulai sedikit gugup .
Setelah itu aku memberanikan diri aku pun bilang "selamat hari pernikahan mah , pak.
Di situ situasi berubah menjadi sedih kedua ortu ku menangis karena anak nya ingat happy wedding orang tua nya dan mamah pun menjawab"terimakasih ya Roy semoga kamu jadi anak yang berbakti kepada orang tua dan sukses di masa depan dan jangan lupa untuk selalu berdoa agar menjadi anak yang Sholeh " ucap bapa pun begitu.
Saat itu aku pun ikut menangis karena bahagia bisa membahagiakan orang tua "ya mah pak" jawab ku sambil menangis. TAMAT
Posting Komentar untuk "KENANGAN TERINDAH karya Royhan Musyafa"