Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Empat Sekawan Kucing karya Nabiel Keyzar

Di dalam suatu rumah yang mewah dan megah, hiduplah 4 orang kucing, masing masing memiliki ciri khas yang unik, Cipong si kucing yang manja sekali, Cnow si kucing yang Anggun dengan bulu lebat berwana  putih nya, Cimoy Si kucing paling aktif, Kikis kucing paling tua dan malas di rumah tersebut.

Suatu hari Pemilik dari rumah tersebut sekaligus pemilik dari 4 kucing-kucing tersebut, pergi keluar kota untuk bekerja selama 1 minggu, 4 kucing tersebut senang, karna mereka bisa main sepuasnya, bisa melakukan hal yang mereka ingin kan. Dimulai dari Cimoy, kucing yang paling aktif, dia Mengacak ngacak-ngacak se isi rumah, Mulai dari kasur, sofa, pot bunga pun sampai pecah karna cimoy ini. Lalu Cnow kucing yang anggun, diaa tidak melakukan hal yang aneh sii, hanya saja karna bulunya yang panjang dan lebat, Satu rumah menjadi kotor karna bulu bulunya tersebut.

Berbeda dengan kucing yang lain, Cipong malah merasa sedih, Dia tidak di manja lagi dengan majikan kesayangan nya, Tidak ada yang mengelus-ngelus dia, tidak ada lagi yang menggaruki dia, tidak ada lagi teman bermain di rumah ituu. dan yang terakhir Kikis, Kucing yang paling tua dan bijaksana. Dia seperti ketua dalam geng kucing kucing ini. Dia memang paling tua dan bijaksana, hanya saja dia memiliki sifat malas, mungkin karna dia sudah tua ?.

Suatu Hari, para kucing kucing tersebut sudah merasa bosan dengan hal hal yang sudah mereka lakukan, mereka ingin melakukan suatu hal yang baru, yang menyenangkan, dan seru. Cimoy memiliki ide untuk kabur dari rumah tersebut, namun di cegat oleh Kikis, karna kikis berfikir, jika mereka kabur dari rumah tersebut, tempat mana yang akan di jadikan tempat tinggal mereka ?, Bagaimana mereka mendapatkan makanan di luar sana ?, Kikis mencoba mengahalangi rencana Cimoy untuk kabur dari rumah, karna resikonya sangat berat. Namun Cimoy tetap pada pendiriannya, dia ingin tetap kabur dari rumah, Alasan nya sihh karna ingin melihat dunia baru, dunia yang belum pernah ia lihat. Kikis pun berusaha mencegat Cimoy untuk kabur, namun karna cimoy kucing yang aktif dan terbiasa untuk berlari lari, dia pun berhasil kabur, karna kikis kucing yang sudah tua dan juga keseharian nya hanya berdiam diri saja dan bermalas malasan.

Kimoy pun senang dapat terbebas dari rumah tersebut, rasanya seperti bebas dari penjara. Hal pertama yang cimoy lakukan di luar sana Adalah mencari teman baru, karna menurut Cimoy teman teman di rumah tersebut sangat membosankan. setelah beberapa menit berjalan mengelilingi Tempat tersebut dia bertemu dengan kucing kucing daerah tersebut, Merena sangat kotor dan penuh bekas luka di sekujur tubuh nya, Cimoy yang ingin mendekati nya pun merasa takut, tapi karna tujuan dia adalah untuk mencari teman baru akhinya diapun memberanikan diri untuk mendekati kucing kucing tersebut.

Cimoy pun menyapa salah satu kucing "Haloo perkenalkan aku Cimoy" Namun kucing tersebut tidak menjawab, malah muka kucing tersebut malah seperti marah, ingin bertengkar dengan cimoy. Cimoy yang menyadari hal tersebut langsung lari ketakutan. Sangking takutnya dia berlari tanpa arah, Menabrak hal hal yang ada di depan nya. Setelah beberapa menit dia berlari dia pun menyadari bahwa dia lupa jalan untuk pulang ke rumahnya. Mungkin karna dia tidak sempat berpikir karna terlalu takut dengan kucing kucing yang ia temui. Dia pun mencari jalan kembali, tapi semakin lama malah semakin jauh rasanya ia dengan rumah. Cimoy pun menyesal, tak tau arah pulang, dia sangat menyesal tidak mendengar kan perkataan Kikis.

Posting Komentar untuk "Empat Sekawan Kucing karya Nabiel Keyzar"